Presisi5.com || Gunungkidul — Seorang ibu rumah tangga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Korban diketahui bernama TPM (25) warga Padukuhan Pulengelo Rt. 01/08, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, pada pukul 08.00 Wib. (13/07/26)
Menurut keterangan Saksi Sukini (49) mengatakan awal mula pada hari Senin, 13 Juli 2026 sekira pukul 07.00 WIB saksi meninggalkan rumah menuju ke ladang untuk memanen ketela. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB sudah kembali ke rumah. Ketika masuk ke rumah, Sukini mendapati bahwa korban telah tergantung di kusen pintu kamar korban. Mengetahui hal itu Sukini lari keluar rumah untuk meminta pertolongan. Kemudian tetangga korban datang dan berupaya memberikan pertolongan dengan memotong tali tampar yang digunakan untuk gantung diri dengan pisau. Saat tali tampar sudah terpotong dan korban berhasil diturunkan, korban masih bereaksi (kejang). Namun selang sekitar 5 menit korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kemudian saksi 1 dan saksi 2 menyampaikan kejadian tersebut ke warga sekitar dan dilaporkan ke pihak Polsek Tepus. Menurut keterangan dari para saksi kondisi keluarga korban sedang mengalami masalah ekonomi.
Kapolsek Tepus Akp Suryanto membenarkan adanya gantung diri di wilayah hukum Polsek Tepus. Hasil yang didapati kondisi korban tergantung pada kayu kusen pintu kamar ,panjang tali 1,5 m, jarak ikatan kayu ke lantai 200 cm, lingkar leher 25 cm, jarak kaki tanah 5 cm, korban gantung diri menggunakan tali tampar. Selain itu hasil pemeriksaan dari Puskesmas Tepus I, dr. Sultoni dan perawat Sita Purwaningsih, Denyut nadi tidak ada, lidah tidak menjulur , leher menghitam akibat jeratan tali tampar di bagian leher, kemaluan mengeluarkan cairan (mens) , hidung tidak mengeluarkan cairan, mulut tidak mengeluarkan cairan (bibir menghitam), anus mengeluarkan cairan, tidak ada tanda- tanda penganiayaan pada tubuh korban.
(Redaksi)






